EKSISTENSI WISATA KULINER KAMPUNG SINGKONG SALATIGA: PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH DAN HALAL TOURISM

  • Eymi Mastura UIN Salatiga
  • Muhammad Chairul Huda UIN Salatiga
  • Fahrurrosin Fahrurrosin UIN Salatiga
Keywords: Culinary Tourism, Halal Tourism, Kampung Singkong

Abstract

Salatiga's Kampung Singkong is a culinary tourism destination with a center for processed cassava-based food that has become an attraction for tourists visiting Salatiga. This village was named and named Kampung Singkong. The goal is to become an economic attraction. This development attracts the author to examine whether the development of this culinary tourism center is in accordance with Islamic law or sharia economic law in particular. Then, whether the culinary tourism center of this cassava village can become halal tourism. This research is a field research by conducting observations and interviews with actors who are concerned about the development of Singkong Village in Salatiga. The presentation in this article uses a descriptive method and uses a sociological juridical approach. The results of this study: first, the production of processed cassava in Salatiga's Singkong Village has not fully complied with the standards set by the Indonesian Ministry of Religious Affairs and MUI. As many as thirty-two only four have halal certification. Secondly, the development of culinary tourism center in Kampung Singkong Salatiga is not fully in accordance with the concept of halal tourism from MUI.

Abstrak

Kampung Singkong Salatiga merupakan destinasi wisata kuliner sentra olahan makanan berbahan baku singkong yang berhasil menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Salatiga. Kampung ini dinobatkan sekaligus dinamai dengan Kampung Singkong. Tujuanya agar menjadi daya tarik perekonomian. Perkembangan ini menarik penulis untuk meneliti apakah pengembangan sentra wisata kuliner ini telah sesuai dengan hukum Islam atau hukum ekonomi syariah pada khususnya. Lalu, apakah sentra wisata kuliner kampung singkong ini dapat menjadi wisata halal (halal tourism). Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan malakukan observasi dan wawancara kepada para actor (pelaku) yang concern terhadap pengembangan Kampung Singkong di Salatiga. Penyajian dalam artikel ini menggunakan metode diskriptif serta menggunakan pendekatan yuridis sosiologis. Hasil dari penelitian ini: pertama, produksi olahan singkong di Kampung Singkong Salatiga belum sepenuhnya sesuai dengan standar yang ditentukan oleh Kementerian Agama RI dan MUI. Sebanyak tiga puluh dua UMKM dan IKM yang ada, baru empat yang memiliki sertifikasi halal. Kedua, pengembangan sentra wisata kuliner Kampung Singkong Salatiga belum sepenuhnya sesuai dengan konsep halal tourism dari MUI.

References

Al Farisi, M. S. (2022). Konsep Pariwisata Halal Di Indonesia Dalam Perspektif Maqashid Syariah. Perbanas Journal of Islamic Economics and Business, 2(1), 84. https://doi.org/10.56174/pjieb.v2i1.27

Ali, M. (2013). Prinsip Dasar Produksi Dalam Ekonomi Islam. Lisan Al-Hal: Jurnal Pengembangan Pemikiran Dan Kebudayaan, 7(1), 19–34. Retrieved from https://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/lisanalhal/article/view/59

Andriani, N. (2016). Peran Wisata Kuliner Sebagai Bentuk Pengembangan Citra Destinasi Kota Bandung (Culinary Tourism Role as a Form of Destination Image Development in Bandung). Social Science Research Network, 1–8. https://doi.org/https://dx.doi.org/10.2139/ssrn.3619822

Departemen Agama RI. (2022). Al-QuranTerjemah.

Desy Kristiane. (2021). Labelisasi Halal Dan Haram. Tadayun: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 2(1), 59–74. https://doi.org/10.24239/tadayun.v2i1.21

Dewi, K. K. (2018). analisis pengaruh harga,label halal dan inovasi produk terhadap minat beli ulang melalui kepuasan konsumen produk UMKM di kota Salatiga. New England Journal of Medicine, 372(2).

Elvin Marselina, & Ridho Rokamah. (2022). Manajemen Produksi Home Industry Keripik Galih Kurnia Usaha Desa Bubakan Kecamatan Tulaka Kabupaten Pacitan. Niqosiya: Journal of Economics and Business Research, 2(1), 105–120. https://doi.org/10.21154/niqosiya.v2i1.706

Endah Fatmawati, L., Sarya, G., & Dwi Fitriansyah, D. (2021). Pengembangan Sentra Kuliner Di Desa Candinegoro Kecamatan Wonoyo Ayu, Kabupaten Sidoarjo. Society : Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 1(2), 149–154. https://doi.org/10.37802/society.v1i2.135

Fathoni, M. A., & Syahputri, T. H. (2020). Potret Industri Halal Indonesia: Peluang dan Tantangan. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 6(3), 428. https://doi.org/10.29040/jiei.v6i3.1146

Gillani, S., Ijaz, F., & Khan, M. M. S. (2016). Role of Islamic Financial Institutions in Promotion of Pakistan Halal Food Industry. Islamic Banking and Finance Review. Islamic Banking and Finance Review, 3(1), 29–49. Retrieved from https://ssrn.com/abstract=2820253

Gustina, Yeninda, & Novadilastri. (2019). Potensi Wisata Halal Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat. Jurnal Ilmiah Poli Bisnis, 11(2), 1–9.

Hakim, L. (2012). Prinsip-prinsip Ekonomi Islam (S. Novieta I, Ed.). jakarta.

Hanif, M. A. (2006). Pemikiran Ekonomi Islam Kontemporer, Analisis Komparatif Terpilih (1st, cet 1 ed.). Jakarta: Rajawali Press.

Hanifah, R. D. (2020). Potensi Halal Tourism di Indonesia. Jurnal Hospitality Dan Pariwisata, 1(2), 51–70. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30813/jhp.v1i2.2463

Hasan, A. (2015). Manajemen bisnis syariah : Kaya dunia terhormat di akhirat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ikhsan, M. F. N. (2021). Mengenal Argowiyoto, Kampung Singkong dari Salatiga. Retrieved from Bisnis.com website: https://semarang.bisnis.com/read/20210930/535/1448929/mengenal-argowiyoto-kampung-singkong-dari-salatiga

Kemenparekraf/Baparekraf. (2022). Persiapan Pengembangan Halal Tourism dan Muslim-Friendly di Indonesia. R, Kemenparekraf/Baparekraf.

Khan, F. (2023). Muhammad Abdul Mannan: Reading into His Contributions on Islamic Economics. Journal of King Abdulaziz University, Islamic Economics, 36(1), 113–137. https://doi.org/10.4197/Islec.36-1.6

Mahardika, R. (2020). Strategi Pemasaran Wisata Halal. Mutawasith: Jurnal Hukum Islam, 3(1), 65–86. https://doi.org/10.47971/mjhi.v3i1.187

Mahfuz, M. (2020). Produksi dalam Islam. El-Arbah: Jurnal Ekonomi, Bisnis Dan Perbankan Syariah, 4(01), 17–38. https://doi.org/10.34005/elarbah.v4i01.1055

Mujaddidi, A. S. (2020). Hubungan Hukum dan Ekonomi Dalam Islam: Tinjauan Atas Kaidah Hukum Bidang Perekonomian. Ahkam: Jurnal Hukum Islam, 8(1), 165–186. https://doi.org/10.21274/ahkam.2020.8.1.165-186

Mulyana, Y., & Yulianto. (2018). Strategi pengembangan kawasan wisata kuliner di Kalibawang dan Samingaluh Kulonprogo Yogyakarta. Manajemen Resort Dan Leisure, 15(1), 1–10. https://doi.org/https://doi.org/10.17509/jurel.v15i1.11151

Mutmainah, N., Ahyani, H., & Putra, H. M. (2022). Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Tentang Pengembangan Kawasan Industri Pariwisata Halal Di Jawa Barat. Al-Mawarid Jurnal Syariah Dan Hukum (JSYH), 4(1), 15–42. https://doi.org/10.20885/mawarid.vol4.iss1.art2

Nasutio, M. E. (2007). Pengenalan Eksklusif Ekonomi Islam (1st ed.). Jakarta.

Permana, D. A. (2021). Kampung Singkong Argowiyoto Salatiga, Surganya Pecinta Olahan Singkong. Retrieved September 20, 2022, from Kompas.com website: https://travel.kompas.com/read/2021/10/01/090900827/kampung-singkong-argowiyoto-salatiga-surganya-pencinta-olahan-singkong

Prawirosentono, S. (2017). Manajemen Operasi: Analisis dan Studi Kasus (4th ed.). Jakarta: Bumi Aksara.

Rahma Yunita, Gustina, I. M. N. (2019). Persepsi Nilai dan Merek Serta Persepsi Harga bagi Konsumen terhadap Wisata Syariah di Pantai Padang. Jurnal Ilmiah Poli Bisnis, 11(1), 14–15. Retrieved from https://ejournal2.pnp.ac.id/index.php/jipb/article/view/210

Razzaq, S., Hall, C. M., & Prayag, G. (2016). The capacity of New Zealand to accommodate the halal tourism market - Or not. Tourism Management Perspectives, 18, 92–97. https://doi.org/10.1016/j.tmp.2016.01.008

Rianto, S. (2012). Prospek Bisnis Pariwisata Syariah. Jakarta: Republika.

Ruslang, R., Kara, M., & Wahab, A. (2020). Etika Bisnis E-Commerce Shopee Berdasarkan Maqashid Syariah Dalam Mewujudkan Keberlangsungan Bisnis. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 6(3), 665. https://doi.org/10.29040/jiei.v6i3.1412

Sari, H. K., Pratiwi, P., & Utami, B. S. (2020). Brand Identity Untuk Kampung Singkong Salatiga Sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Merek. Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni, 8(1), 1–9. https://doi.org/10.31091/sw.v8i1.756

State of the Global Islamic Economy Report. (2019). State of the global islamic economy report: Driving the islamic economy revolution 4.0. Dubai International Financial Centre, 1–174.

Subarkah, A. R. (2018). Potensi dan Prospek Wisata Halal Dalam Meningkatkan Ekonomi Daerah (Studi Kasus: Nusa Tenggara Barat). Jurnal Sosial Politik, 4(2), 49. https://doi.org/10.22219/sospol.v4i2.5979

Tohirudin, M. (2018). Usaha Wisata Kuliner menurut Perspektif Ekonomi Islam dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat (Studi Wisata Kuliner di Kecamatan Cilimus). Skripsi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam. Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon, 3.

Triwidayati, M. H. M. (2020). Potensi Makanan Tradisional Sebagai Daya Tarik Wisata Kuliner Di D.I. Yogyakarta. Universitas Negeri Yogyakarta, 15(1), 1–24. Retrieved from https://journal.uny.ac.id/index.php/ptbb/article/view/36472

Waharini, F. M., & Purwantini, A. H. (2018). Model Pengembangan Industri Halal Food Di Indonesia. Jurnal Muqtasyid, 9(01), 1–13. https://doi.org/10.55380/tasyri.v1i01.21

Zaky, M., & Lubis, M. (2018). Prospek Destinasi Wisata Halal Berbasis Ovop (One Village One Product). Jurnal Kajian Ekonomi Islam, 3(1).

Published
2024-06-04
How to Cite
Mastura, E., Huda, M. C., & Fahrurrosin, F. (2024). EKSISTENSI WISATA KULINER KAMPUNG SINGKONG SALATIGA: PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH DAN HALAL TOURISM. Tadayun: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 5(1), 51-74. https://doi.org/10.24239/tadayun.v5i1.146
Section
Articles
Abstract viewed = 79 times
PDF downloaded = 180 times