ANALISIS ASPEK PROSEDURAL DAN SUBSTANSIAL DALAM PEMBIAYAAN IJARAH MUNTAHIYAH BIT TAMLIK DI LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH

  • Muhammad Syarif Hidayatullah UIN Antasari Banjarmasin
Keywords: inancing Products, Ijarah Muntahiyah bit Tamlik, Islamic Financial Institution

Abstract

This research aims to analyze the procedural and substantial aspects of ijarah muntahiyah bit Tamlik (IMBT) financing in Islamic financial institution which constitutes muamalah fiqh construction in contemporary financial products, because there are still people who doubt the legality of sharia without looking at the procedures and substance, because it was considered a transaction prohibited by the Prophet. The research method used is normative legal research with a conceptual and statutory approach. The discussion in this article shows that the procedural aspects of IMBT financing by undertaking an ijarah agreement in advance as the first contract in which there is wa'ad transfer of ownership after the lease period ends. The nature of wa'ad is not binding, so after the lease period ends, it is necessary to carry out a contract of transfer of ownership with a new contract both in grants and sale.The Substantial aspects of IMBT financing from the perspective of the legality of sharia contracts, IMBT is not a series of two contracts that are merged into one unit or carried out at the same time where the mixture results in gharar (unclear), but the contract is arranged in two separate transactions and this is not included in the prohibition of two agreements (contract) in one agreement (contract) that is in the Prophet's hadith.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek prosedural dan substansial dalam pembiayaan ijarah muntahiyah bit Tamlik (IMBT) di lembaga keuangan syariah yang merupakan konstruksi  fiqih muamalah dalam produk keuangan kontemporer, sebab masih ada yang meragukan  legalitasnya secara syariah tanpa mencermati prosedur dan substansinya, karena dianggap transaksi yang dilarang Nabi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan perundang-undangan. Pembahasan dalam artikel ini menunjukkan bahwa aspek prosedural dalam pembiayaan IMBT dengan dilakukannya akad ijarah terlebih dahulu sebagai kontrak pertama yang didalamnya terdapat wa’ad pemindahan kepemilikan setelah masa sewa berakhir. Sifat wa’ad tidaklah mengikat maka setelah masa sewa berakhir, perlu dilaksanakan akad pemindahan kepemilikan dengan  kontrak baru baik secara hibah maupun jual beli. Aspek subtansial dalam pembiayaan IMBT pada perspektif legalitas akad syariah maka IMBT bukanlah rangkaian dua akad yang tergabung menjadi satu kesatuan atau dilakukan sekaligus yang percampurannya mengakibatkan adanya gharar (ketidakjelasan), melainkan akadnya tersusun dalam dua transaksi yang terpisah dan ini tidak masuk dalam larangan dua kesepakatan (akad) dalam satu kesepakatan (akad)  yang ada pada hadits Nabi.

References

Aisyah, B. N. (2015). Manajemen Pembiayaan Bank Syariah. Yogyakarta: Kalimedia.

Antonio, M. S. (2001). Bank Syariah dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani.

Ascarya. (2017). Akad & Produk Bank Syariah (6th ed.). Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Hidayatullah, M. S. (2017). Perbankan Syariah: Pengenalan Fundamental dan Pengembangan Kontemporer. Banjarbaru: Dreamedia.

Ibnu Qudamah. (n.d.). al-Mughni Vol 8. Riyadh: Maktabah Riyadh al-Haditsiyah.

Karim, A. A. (2007). Bank Islam: Analisis Fiqh dan Keuangan. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

al-Malibari, Z. (1979). Terjemah Fathul Mu’in (Aliy As’ad, trans.). Kudus: Menara.

Muhammad. (2008). Manajemen Pembiayaan Bank Syariah. Yogyakarta: UUP-AMP YKPN.

Mustafa Dib al-Bugha. (2009). Buku Pintar Transaksi Syariah. Jakarta: Hikmah.

Nawawi, I. (2012). Fikih Muamalah Klasik dan Kontemporer: Hukum Perjanjian Ekonomi, Bisnis, dan Sosial. Bogor: Ghalia Indonesia.

Rusyd, A. A.-W. M. bin A. bin. (1996). Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid Vol 4. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.

Ash-Shan’ani, A. B. A. R. bin H. bin nafi’ al-H. al-Y. (n.d.). Mushannaf Abdur Razaq Ash-Shan’ani Juz 8. Beirut: al-Maktab al-Islami.

Ash-Shiddieqy, M. H. (1997). Hukum-Hukum Fiqih Islam. Semarang: Pustaka Rizki Putra.

Asy-Syaibani, A. A. A. bin M. bin H. bin H. bin A. (2001). Musnad al-Imam Ahmad bin Hanbal Juz 6. Beirut: Muassasah ar-Risalah.

Asy-Syaibani, A. A. A. bin M. bin H. bin H. bin A. (2001). Musnad al-Imam Ahmad bin Hanbal Juz 14. Beirut: Muassasah ar-Risalah.

Syafei, R. (2006). Fiqih Muamalah. Bandung: Pustaka Setia.

At-Tirmizi, M. bin ‘Isa bin S. bin M. bin adh-D. bin. (1998). Sunan at-Tirmizi. In Juz III. Beirut: Dar al-Garb al-Islami.

Az-Zuhailil, W. (2006). al-Wajiz fi al-Fiqhi al-Islami Vol 2. Damaskus: Darul Fikri.

Az-Zuhailil, W. (2006). al-Wajiz fi al-Fiqhi al-Islami Vol 3. Damaskus: Darul Fikri.

Published
2021-12-30
How to Cite
Muhammad Syarif Hidayatullah. (2021). ANALISIS ASPEK PROSEDURAL DAN SUBSTANSIAL DALAM PEMBIAYAAN IJARAH MUNTAHIYAH BIT TAMLIK DI LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH. Tadayun: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 2(2), 75-100. https://doi.org/10.24239/tadayun.v2i2.18
Section
Articles
Abstract viewed = 677 times
PDF downloaded = 652 times