PRAKTIK GHARAR DALAM TRANSAKSI EKONOMI ISLAM: TELAAH TERHADAP KAIDAH FIQHIYAH

  • Nurinayah Nurinayah UIN Datokarama Palu
Keywords: Fiqhiyah rules, Gharar, Transaction

Abstract

One of the legal maxim states that a transaction can be damaged if there are many things that the consequences cannot be known (gharar) before the transaction occurs and it is not damaged if it is small. The author in this case aims to examine the criteria for a transaction that is considered damaged, as well as an explanation of the types of gharar that are prohibited and permissible based on the description given by this legal maxim. The method used in this article is library research with descriptive analysis. The result is that the permissibility of gharar is when the gharar is assessed a little. As for how to find out the size of the amount of gharar that has occurred is which has become a common practice where if in a transaction there is a bit of gharar that has been accepted as part of market tradition, then it is considered normal by people and no party feels disadvantaged.

Abstrak

Salah satu kaidah fiqhiyah menyatakan bahwa suatu transaksi bisa rusak bila banyak terdapat hal yang tidak dapat diketahui akibatnya sebelum transaksi terjadi dan tidak rusak bila sedikit. Penulis dalam hal ini bertujuan untuk meneliti kriteria akad yang dianggap rusak, sekaligus penjelasan jenis gharar yang dilarang dan dibolehkan berdasarkan gambaran yang diberikan oleh kaidah tersebut. Metode yang digunakan dalam artikel ini yaitu library research dengan analisis deskriptif. Hasilnya, bahwa kebolehan gharar adalah bilamana gharar itu dinilai sedikit. Adapun cara mengetahui ukuran sedikit dari gharar yang terjadi yaitu gharar yang telah menjadi kebiasaan umum yang mana jika dalam sebuah transaksi terdapat sedikit gharar yang sudah diterima sebagai bagian dari tradisi pasar, lantas dianggap biasa oleh orang-orang dan tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

References

Ad-Dasuqi. (n.d.). Hasyiyah ad-Dasuqi ‘ala asy-Syarh al-Kabir. In Jilid 3.

Aksamawanti, A. (2019). Gharar : Hakikat dan Pengaruhnya Terhadap Akad. Syariati: Jurnal Studi Al-Qur’an Dan Hukum, 5(01). https://doi.org/10.32699/syariati.v5i01.1184

Al-Jauziyyah, I. Q. (n.d.). Zaadul Ma’ad fi Hadyi Khoiril ‘Ibad,. In Jilid 5.

Al-Saati, A. (2003). The Permissible Gharar (Risk) in Classical Islamic Jurisprudence. Journal of King Abdulaziz University-Islamic Economics, 16(2), 3–19.

Al-Zarqa, M. A. (1983). al-Madkhâl al-Fiqh al- Amm. In Juz 2. Damaskus: Mathba’ah Jâmi’ah.

Al-Zuhayli, W. (2004). Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuh. In Juz 5. Damaskus: Dar Al-Fikr.

Ariyani, N., Yulianti, T. A., & Mufidah, M. R. (2021). Pemahaman Konsep Gharar Di Masyarakat Dalam Melakukan Muamalah Sehari-Hari. Prosiding Pekan Ilmiah Mahasiswa UNIS, 1(1).

Hamzah Muchtar, E. (2017). Muamalah Terlarang: Maysir dan Gharar. Jurnal Asy-Syukriyyah, 18(1), 82–100. https://doi.org/https://doi.org/10.36769/asy.v18i1.73

Karim, A. (2004). Bank Islam: Analisis Fiqh dan Keuangan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Karim, A. A., & Sahroni, O. (2016). Riba, Gharar dan kaidah-kaidah Ekonomi Syariah; Analisis Fikih dan Ekonomi. Jakarta: Rajawali Pers.

Khairunisa, P. N. (2019). Etika Bisnis Dalam Islam Terhadap Transaksi. 03(2), 190–203. https://doi.org/https://doi.org/10.33507/labatila.v3i02.233

Munib, A. (2018). Hukum Islam Dan Muamalah (Asas-Asas Hukum Islam Dalam Bidang Muamalah). Jurnal Penelitian Dan Pemikiran Keislaman, 5(1). https://doi.org/https://doi.org/10.31102/alulum.5.1.2018.72-80

Nasution, Y. S. J., Ardiansyah, A., & Firmansyah, H. (2021). Hadis-Hadis Tentang Jual Beli Gharar dan Bentuknya Pada Masa Kontemporer. AL QUDS : Jurnal Studi Alquran Dan Hadis, 5(1). https://doi.org/10.29240/alquds.v5i1.2194

Nawir, M. (2021). Kontekstualisasi Pemahaman Hadis Nabi Tentang Riba. Tadayun: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 2(2), 101–116. https://doi.org/10.24239/tadayun.v2i2.23

Praja, J. S. (2018). Perbandingan Kaidah Fiqhiyah. Bandung: Pustaka Setia.

Rudiansyah, R. (2020). Telaah Gharar, Riba, dan Maisir dalam Perspektif Transaksi Ekonomi Islam. Al-Huquq: Journal of Indonesian Islamic Economic Law, 2(1). https://doi.org/10.19105/alhuquq.v2i1.2818

Sari, I. N., & Ledista, L. (2022). Gharar dan Maysir dalam Transaksi Ekonomi Islam. Jurnal Ekonomi Syariah, 2(2). https://doi.org/https://doi.org/10.32764/izdihar.v2i2.2610

Shohih, H., & Setyowati, R. (2021). Perspektif Hukum Islam Mengenai Praktik Gharar Dalam Transaksi Perbankan Syariah. Dialogia Iuridica: Jurnal Hukum Bisnis Dan Investasi, 12(2). https://doi.org/10.28932/di.v12i2.3323

Taufiq. (2018). Memakan Harta Secara Bathil (Perspektif Surat An-Nisa: 29 dan At-Taubah: 34). Ilmiah Syariah, 17(2), 249. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31958/juris.v17i2.1162

Wahab, M. A. (2019). Gharar dalam Transaksi Modern. Jakarta: Rumah Fiqih Publishing.

Yazid, Z. E., Zainol, Z., & Bakar, J. A. (2023). E-Commerce Via Mobile Banking: Contemporary Shariah Issues and Ways To Address Them. International Journal of Professional Business Review, 8(1), 1–14. https://doi.org/10.26668/businessreview/2023.v8i1.1258

Published
2023-06-30
How to Cite
Nurinayah, N. (2023). PRAKTIK GHARAR DALAM TRANSAKSI EKONOMI ISLAM: TELAAH TERHADAP KAIDAH FIQHIYAH. Tadayun: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 4(1), 63-78. https://doi.org/10.24239/tadayun.v4i1.99
Section
Articles
Abstract viewed = 2700 times
PDF downloaded = 1102 times